Monthly Archives: May 2017

Tradisi Ngubek Setu

Heibogor.com – Jelang bulan suci Ramadhan, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru begitu antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan Ngubek Setu Gede yang berlangsung di Kelurahan Situ Gede, Minggu 21 May 2017

Tak mau ketinggalan, Wali Kota Bogor Bima Arya pun turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Situ Gede, Eman Sulaiman mengatakan, kegiatan yang tersebut merupakan rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535 pada tahun 2017. Ia menuturkan, acara Ngubek Setu Gede merupakan kegiatan inti dari perhelatan HJB ke-535 nanti.

“Ngubek Setu ini adalah acara tradisi yang diwarisi turun temurun dari nenek moyang,” ujarnya kepada heibogor.com yang juga menjabat sebagai ketua pelaksana dalam kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan, saat acara berlangsung, masyarakat berbondong-bondong turun ke Setu untuk memanen ikan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan atau dalam istilah lainnya disebut sebagai Mapag Munggah.

“Ikan ini dipanen untuk buka saur pertama dulunya. Sekarang, tradisi ini kita pertahankan dan dilestarikan. Ini sudah berjalan 7 kali. Nah, mapag munggah atau Ngubek Setu merupakan salah satu kegiatan yang dipertahankan oleh generasi sekarang agar danau Setu Gede yang sudah ditentukan pemerintah sebagai kawasan wisata di Kota Bogor dapat diperhatikan,” jelasnya.

Tak hanya untuk menyambut bulan suci Ramadhan, Eman mengatakan, kegiatan tersebut juga merupakan salah satu ajang promosi danau Setu Gede agar dikenal oleh masyarakat luas sebagai warisan wisata di Kota Bogor.

Selain dihadiri oleh masyarakat Kelurahan Situ Gede, kata Eman, bahkan pengunjung dari Jabodetabek pun ikut meramaikan kegiatan tersebut.

“Nah, peserta dan pengunjung setiap tahun diprediksi hampir 15.000 orang. Harapan saya dengan adanya agenda ini, wisata Setu Gede ke depan bisa menjadi potensi warga Setu Gede Kota Bogor, bahkan sebagai tujuan wisata tingkat nasional,” ungkapnya.

Eman menambahkan, kegiatan Ngubek Setu Gede sebenarnya tidak untuk dilombakan. Masyarakat yang hadir dipersilakan untuk meramaikan tradisi tersebut.

Lebih lanjut ia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan hasil swadaya masyarakat. Pasalnya, ikan yang terdapat di Setu Gede merupakan hasil swadaya dari warga Kelurahan Situ Gede.

“Khusus peserta di luar Situ Gede, kita pungut tiket yang dialokasikan untuk kebersihan dan penambahan ikan selanjutnya. Ngubek Setu ini kita rangkai dengan acara-acara yang lain, seperti kemarin hari Sabtu kita mengadakan karnaval. Jadi pawai masyarakat Kelurahan Situ Gede yang menampilkan potensi seni budaya yang ada. Ini dimotori sangar tari tradisional,” pungkasnya.

http://www.heibogor.com/post/detail/41870/ngubek-setu-gede-tradisi-warga-bogor-sambut-bulan-ramadhan/#.WrtV5sgxWqA


Rengkak Ayakan Meramaikan Helaran Setu Gede

Tarian kolosal Rengkak Ayakan persembahan mojang–mojang Situ Gede meramaikan Helaran Seni Budaya yang digelar di Kelurahan Situ Gede Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor Sabtu (20/5/2017).

Helaran atau karnaval seni dan budaya warga Situ Gede ini dilepas Camat Bogor Pupung W. Purnama didampingi Lurah Situ Gede Achmad Dimyati dan Ketua LPM Situ Gede Eman Sulaeman.

Iring – iringan karnaval yang menempuh jarak 1.5 km diawali dengan tarian Rengkak Ayakan. Puluhan mojang Situ Gede yang tergabung dalam Sanggar Tari Gandes Pamantes berlengak lenggok di sepanjang jalan Situ Gede. ” Tari Rengkak Ayakan adalah sebuah tarian yang sengaja kita ciptakan. Tarian ini menggambarkan suka cita dan keceriaan warga Situ Gede dalam kegiatan ngubek setu untuk nenyambut datangnya bulan suci Ramadhan, ” kata pimpinan Sanggar Seni Gandes Pamantes Indi.

Sebetulnya tarian rengkak ayakan sudah berkali kali dipentaskan, terakhir dipentaskan dalam Helaran Cap Go Meh, ” papar Indi.

Karnaval diikuti sekitar 200 peserta. Beragam potensi seni warga Situ Gede ditampilkan. Selain tari rengkak ayakan juga ada iring-iringan lengser, kelompok ibu – ibu berkebaya, dan rombingan anak anak SD dan PAUD yang mengenakan baju kampret (baju ciri khas sunda)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi yang menyambut peserta Helaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga Situ Gede yang telah menggelar Helaran Seni dan Budaya.

” Ternyata banyak potensi seni dan budaya ada wilayah Kelurahan yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan ” kata Shahlan

Kegiatan semacam ini, kata Shahlan diharapkan bisa diikuti oleh Kelurahan – Kelurahan lainnya yang ada di Kota Bogor. *(iso)

http://bogornews.com/berita-tari-kolosal-rengkak-ayakan-ramaikan-karnaval-budaya-situ-gede.html


× How can we help you?
WhatsApp chat