Menu Close

Dari Sanggar ke Istana Bogor! Menjaga Tradisi, Merawat Masa Depan!

kami melihat para penari Gandes Pamantes berdiri di atas panggung Istana Kepresidenan Bogor.

Bukan semata karena tempatnya. Tetapi karena di balik panggung itu ada perjalanan panjang: latihan, disiplin, kreativitas, dan keyakinan bahwa seni tradisi masih layak diperjuangkan.

Pada 17 Agustus 2026, Sanggar Gandes Pamantes mendapat kesempatan tampil dalam Jamuan Rakyat di Istana Kepresidenan Bogor, bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum ini juga mempertemukan sekitar 4.500 warga dari 68 kelurahan di Kota Bogor.

Bagi kami, tampil di Istana bukan sekadar kebanggaan. Ini adalah pengingat bahwa karya yang tumbuh dari sanggar lokal pun dapat menemukan ruang di panggung yang lebih luas.

Gandes Pamantes sendiri tumbuh dari kecintaan terhadap seni Sunda, khususnya budaya Bogor. Sanggar yang berada di Situ Gede, Bogor Barat, ini tidak hanya mengajarkan tari, tetapi juga mengembangkan koreografi, pertunjukan, tata rias, kostum, hingga seni untuk kebutuhan pariwisata.

Bahkan, perjalanan kreatif Gandes Pamantes telah menjadi objek penelitian akademik. Salah satunya mengkaji Tari Terkungkung sebagai karya tari kreasi yang merespons perubahan kehidupan di era teknologi.

Di situlah kami melihat masa depan seni tradisi.

Tradisi tidak harus dibekukan agar tetap asli. Ia boleh berkembang, selama akar budayanya tidak hilang.

Bagi pelaku usaha seni di Bogor dan Jawa Barat, setiap panggung juga berarti menghidupkan ekosistem: penari, pelatih, koreografer, penata busana, perias, pemusik, dokumentasi, hingga pelaku kreatif lainnya.

Karena itu, kami ingin terus menari. Bukan sekadar untuk mempertahankan apa yang telah ada, tetapi untuk memastikan generasi berikutnya masih memiliki alasan untuk mencintai budayanya sendiri.

Dari sanggar menuju Istana, kami membawa satu keyakinan: tradisi akan tetap hidup ketika diberi ruang untuk tumbuh. (acs)

WhatsApp chat