Category Archives: Ada Apa?

Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V

Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V

Malang sangat kaya dengan ragam kesenian serta budaya dan yang paling menarik dalam tari tradisinya adalah Tari Topeng Bapang.

Gandespamantes.org- Sanggar Tari Gandes Pamantes menghadirkan tarian Bapang sebagai tarian pembuka dalam acara rutin tahunan turnamen golf bertajuk Direktur Polinema Cup V yang digelar Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang (IKA Polinema), di Sentul Highland Golf Club, pada hari Minggu (20/10/2019).

Perlu diketahui, Malang sangat kaya dengan ragam kesenian dan salah satunya adalah tari topeng malang. Selama ini masyarakat banyak mengenal ragam tarian topeng diantaranya Tari Topeng Grebeg Jowo, Grebeg Sabrang, Gunungsari, Ragil Kuning, dan tak Ketinggalan yang paling menarik adalah Tari Topeng Bapang.

Tarian bapang menceriterakan kisah perjalanan  Bapang Jayasentika adipati Banjarpatoman mneghadap Prabu Klana Sewandana. Bapang memiliki sifat adigang adigung—sombong, terlalu membanggakan dirinya sebagai orang yang  kuat dan cerdas, gila sanjungan, menggunakan volume besar, distorsi topeng  yang berlebihan (hidung yang sangat panjang), serta cara mengenakan jamang terbalik.

Di Senggreng Bapang ditafsirkan sebagai tarian Baladewa memiliki watak pemberani, berangsan. Tarian bapang dimulai dari Gedruk Gawang yaitu gerakan kaki menghentak ketanah dua tangannya mempermainkan selambu yang dipasang pada gawang sebagai pintu memasuki arena pentas. ketika menghentakan kaki maka gongseng yang dikenakan pada kaki menghasilkan bunyi sesuai dengan irama gamelan.

Tarian bapang diiringi dengan permainan gamelan lengkap untuk memainkan gending kalongan laras pelog patet bem. Gending ini juga disebut gending kempul papat karena dalam satu gongan terdapat empat kali pukulan Kempul.

Demikian, berharap semakin banyak generasi muda yang menekuni maupun kegiatan yang mengedepankan seni tradisional di daerahnya masing-masing sebagai salah satu kekayaan budaya yang sudah sepatutnya kita banggakan!


Photo Credit : Para penari dari Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari topeng Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan tari bapang dan ditafsirkan sebagai tarian Baladewa memiliki watak pemberani, berangsan.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tari Topeng Bapang:

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Gandes Pamantes, Raih Juara Ke-1 di Ajang Remaja Putri Kreatif 2019


siswa sanggar tari gandes pamantes foto bersama di danau setu gede bogor

Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede

Dengan evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat untuk belajar, berlatih serta mampu bersaing secara sehat dan positif agar Siswa Tari Sanggar Gandes Pamantes memiliki kualitas menari yang baik.

Gandespamantes.org- Tari merupakan ungkapan yang muncul dari jiwa atau perasaan manusia yang disampaikan melalui gerak-gerak tubuh yang indah dan ritmis sesuai dengan irama atau musik yang pengiringnya. Dengan kata lain, tari merupakan sebuah bahasa yang menggunakan tubuh sebagai media untuk menyampaikan maksud tertentu.

Namun, tidak semua penari sertamerta langsung dapat melakukan gerak secara baik dan benar sesuai dengan gerakan tari yang diajarkan. Terlebih lagi jika salah satu fungsi tari adalah seni tari sebagai salah satu media pendidikan.

Mengingat hal tersebut, Sanggar tari gandes pamantes mengadakan mid test guna menguji sampai di mana seorang siswa penari sanggar telah menerima pelajaran/tarian yang telah diberikan pada hari Minggu, 6 oktober 2019, di danau Setu Gede, Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat.

Indi Febriyanti selaku pendiri sanggar menuturkan bahwa acara mid test ini merupakan acara rutin yang kerap di helat oleh sanggar tari gandes pamantes.

“Acara ini merupakan acara rutin yang digelar setiap 3 bulan sekali. Acara ini bertujuan menguji sejauh mana penguasaan materi yang telah mereka pelajari selama 3 bulan di sanggar tari gandes pamantes.” Terang Indi.

Disamping itu, Indi juga menambahkan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam gerak tari dapat melatih untuk kedisiplian, dan menambah kepekaan rasa seni untuk menyeimbangkan fungsi otak kanan serta meningkatkan kepercayaan diri tampil di muka umum.

“Selain sebagai upaya untuk mengajarkan kepada para siswa untuk belajar berani tampil didepan umum guna meningkatkan kepercayaan diri. Sekaligus olah tubuh bersama atau di alam terbuka dengan suasana setu yang sejuk serta ajang silaturahmi orang tua siswa.” Ujar Indi.

Berdasarkan hal di atas, siswa pendidikan seni tari gandes pamantes yang memiliki latar belakang berbeda-beda dapat memiliki bekal yang lebih dalam serta lebih  mengerti tentang teknik yang benar dalam memperagakan ragam gerak tari yang di ajarkan dalam sanggar gandes pamantes.


Photo Credit : Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video Sanggar Tari Gandes Pamantes laksanakan evaluasi di danau setu gede bogor. Dengan evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat untuk belajar, berlatih serta mampu bersaing secara sehat dan positif agar siswa tari Gandes Pamantes memiliki kualitas menari yang baik.

Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Sanggar Gandes Pamantes Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi


Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3

Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3

Gandespamantes.org – Sanggar Tari Gandes Pamantes yang menghadirkan tarian tradisional berjudul Leungiten dan berhasil meraih Juara Ke-3 dalam Festival Tari Tradisional untuk ajang Remaja Putri Kreatif 2019, yang diselenggarakan oleh Yayasan Putik Indonesia Berkarya dalam Playfull Sunday yang dilaksanakan di South Quarter Dome, Minggu (25/12/2019).

Tari Leungiten yang berhasil keluar sebagai juara Ke-3 ini merupakan unsur tari jaipongan yang menggambarkan kegelisahan, kesedihan dan keprihatinan akan hancurnya lingkungan dan sekitarnya. Dan hal ini adalah akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dalam memelihara lingkungan alam sekitarnya.

Dan kini alam sudah tidak asri lagi. Gundul dan tandus, dan sebagian orang pun sudah tidak peduli lagi akan lingkunganya. Mungkin yg masih tersisa saat ini hanyalah kenangan atau kerinduan akan Jagat yang asri, berdaun hijau, subur, indah. Sekarang, yang ada hanya harapan yang tak berujung

Penari dari Sanggar Tari Gandes Pamantes dengan Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda ini menghadirkan tarian yang dibawakan dengan enerjik dengan iringan musik tradisional gendang, ketuk, kecrek, goong, rebab serta alunan lagu dari seorang sinden atau juru kawih.

Tarian Leungiten yang disuguhkan oleh Sanggar Tari Gandes Pamantes kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan tari Lawang Rasa ini akan  dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan.

Perlu diketahui, Saat ini, tari masih cukup digemari oleh sebagian masyarakat. hal tersebut dikarenakan tari memiliki peranan yang tidak kalah penting dengan kebutuhan manusia yang lainnya.  Tari dapat digunakan sebagai hobi, tontonan, pelajaran sekolah atau pun sebagai hiburan semata.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Leungiteun:

Hanupis!🙏


Gandes Pamantes Performance di Playfull Sunday South Quarter Dome

Gandes Pamantes, Raih Juara Ke-1 di Ajang Remaja Putri Kreatif 2019

Gandespamantes.org –  Sanggar Tari Gandes Pamantes yang menghadirkan tarian tradisional berjudul Lawang Rasa berhasil memberikan tampilan memukau. Sehingga berhasil meraih Juara pertama dalam Festival Tari Tradisional untuk ajang Remaja Putri Kreatif 2019, yang diselenggarakan oleh Yayasan Putik Indonesia Berkarya dalam Playfull Sunday yang dilaksanakan di South Quarter Dome, Minggu (25/12/2019).

Tarian yang berjudul  lawang rasa ini merupakan tari kreasi jaipongan yang mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati. Tarian ini merupakan tari garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

Penari wanita ini menghadirkan gerakan luwes dengan mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.

Gerakan luwes tubuh estetik yang diciptakan oleh Indi Febriyanti dengan mengadopsi serta  memadukan berbagai gerakan dasar dalam seni Sunda dan disuguhkan oleh penari dari Sanggar Tari Gandes Pamantes ini berhasil menyampaikan pesan, pikiran, perasaan, dan suasana tertentu.

Secara umum, Tari Lawang Rasa ditarikan oleh lima orang perempuan dengan iringan musik tradisional Sunda dengan tempo yang cepat namun lembut. Untuk mampu menarikan tari Lawang Rasa dengan sempurna seseorang harus menguasai beberapa gerakan, yaitu gerak bukaan, pencugan, gala, dan minci.

Tari Lawang Rasa sebagai kreativitas Sanggar Tari Gandes Pamantes kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan tari Lawang Rasa ini akan  dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan.

Artikel ini telah tayang di portal berita online telegraf.co.id dengan judul: Tari Lawang Rasa Gandes Pamantes, Raih Juara Ajang Remaja Putri Kreatif 2019.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Lawang Rasa:

Hanupis!🙏

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan Hut RI Ke-74, Lomba Ala Gandes Pamantes


Rayakan Kemerdekaan HUT RI Ke 74, Lomba Ala Gandes Pamantes

Anak-anak Sanggar Tari Gandes Pamantes punya cara tersendiri untuk merayakan kemerdekaan HUT RI ke 74 …

Follow Sanggar Tari Gandes Pamantes di:

IG: @sanggar_gandespamantes | https://www.instagram.com/sanggar_gan
WEB: www.gandespamantes.org
📱 0812 89 777 064
Hanupis! 🙏

Pagelaran Tari Sanggar Gandes Pamantes

#sanggargandespamantes #pagelaranTari

Datang dan Saksikan … Sabtu 4 Mei 2019 di Transmart Yasmin Bogor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gratis pendaftaran di tempat …

 


Festival Tunggul Kawung Tahun 2018 Ini Diikuti Banyak Peserta Dari Luar Kota Bogor

Festival Tunggul Kawung 2018Ketua Panitia Festival Tunggul KawungEthnic Drum Festival 2018 Jimmi Charter mengatakan bahwa ada 13 peserta yang ikut meriahkan festival Tunggul kawung.

Menurut Jimmi banyak peningkatan pada festival tunggul kawung tahun ini dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu di dominasi oleh sanggar di kita di Bogor, kalau sekarang lebih banyak dari luar kota Bogor, Kita harap tahun depan bisa ke arah nasional dari luar pulau,” katanya.

Jimmi menjelaskan bahwa diadakannya festival ini bukan hanya sebagai sarana hiburan, namun juga suatu langkah dan gerakan untuk mengangkat khasanah budaya kesenian yang ada di Indonesia khusunya alat musik tepuk yang menurutnya selama ini jarang banyak yang tau.

“Kita enggak pernah tau Indonesia sangat kaya dengan alat musik, di Bengkulu ada dol, di lombok ada gendang dolek, di banten ada bedugnya, Kita coba ingin mengangkat kepada masyarakat Indonesia iniloh betapa kayanya Indonesia, dan mereka harus diapresia karena kalau tidak nanti punah orang pada enggak tau karena tidak mau memainkan kita ingin menggali itu selain menggali kreatifitas seniman dan menajdi event ini event kesenian di Kota Bogor yang bisa meningkatkan wisaawan di Kota Bogor,” katanya.

Dalam acara itu turut tampil juga Sanggar Edas yang menampilkan penampilan, Rampak Kendang Bocah.

Festival alat musik tabuh ini juga diikuti oleh Galuh Pakuan perwakilan Kabupaten Ciamis, Sinar Pusaka (Subang), Sela Awi, Rengganis (Purwakarta), Bale Seni Ciwasiat (Pandeglang, Banten), dan Lebak Membara (Kab. Lebak, Banten). Tuan rumah dari Bogor akan menampilkan garapan karya dari Ligar Mandiri, Setia Wargi, Katapel dan Gandes Pamantes. Sementara dari Kabupaten Bogor diwakili oleh Sanggar Danggarna Dwipayana.

“Seluruh peserta menampilkan garapan alat musik tabuh sesuai ciri khas wilayah masing-masing, dengan begitu, gambaran kekayaan alat musik tepuk etnik akan makin terlihat dan beragam. Sehingga Festival Tunggul Kawung tidak hanya menjadi aksi budaya yang menghibur, tetapi juga gambaran betapa kayanya ragam budaya alat musik membranophone di nusantara yang perlu kita berdayakan,” jelas Sanusi, Wakil Ketua Bidang Kesenian di Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor.

Pemain Terbaik : Mami, Sinar Pusaka (Subang)
Artistik Terbaik : Gandes Pamantes (Bogor)
Komposer Terbaik : Lebak Membara (Kab. Lebak, Banten)

Penyaji Terbaik : Bale Seni Ciwasiat (Pandeglang, Banten)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Festival Tunggul Kawung Tahun Ini Diikuti Banyak Peserta Dari Luar Kota Bogor, http://bogor.tribunnews.com/2018/12/19/festival-tunggul-kawung-tahun-ini-diikuti-banyak-peserta-dari-luar-kota-bogor.
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya 


Festival Tunggul Kawung Bergaung Kembali

Festival Tunggul Kawung 2018

Gagasan event Festival Tunggul Kawung yang dicetuskan oleh Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor (DK3B) kembali digelar. Event tahun kedua ini konsisten mengusung sebutan “Tunggul Kawung” dalam bentuk festival. Sebagai nama lain dari Bogor, Tunggul Kawung secara khusus mengangkat bentuk kompetisi alat musik tabuh (membranophone), yaitu alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran membran, kulit atau selaput.

Puncak kegiatan Festival Tunggul Kawung (FTK) tahun ini direncanakan berlangsung pada Rabu, 19 Desember 2018 mendatang di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor. Selain diikuti oleh sanggar-sanggar dan komunitas seni di Kota Bogor, kompetisi kreatif ini juga mengundang perwakilan daerah seperti Ciamis, Karawang, Purwakarta, Subang dan Banten.

Diharapkan undangan ini juga dapat tersebar ke beberapa daerah lain di luar Jawa Barat.

Olahan kreatif unsur bunyi khas dari alat musik tabuh atau tepuk yang dikreasikan dengan gerak atau kareografi yang atraktif tentu akan menjadi sajian istimewa. Di event ini, berbagai alat musik seperti gendang, rebana, beduk atau alat musik buatan lainnya yang bersifat membranophone akan menjadi instrumen utama sebagai bentuk penyajian.

Peserta semaksimal mungkin dituntut untuk menciptakan bunyi yang harmoni, dinamika irama dan komposisi kreatif, mengingat ritme instrumen musik yang dimainkan oleh peserta ini dilakukan secara berkelompok.

Bentuk kompetisi inilah yang menjadi ciri khas dari Festival Tunggul Kawung – Ethnic Drum Festival, yang menjadi event kompetisi alat musik membranophone satu-satunya yang saat ini hadir di Jawa Barat.

Ketua Umum DK3B, Usmar Hariman menyebutkan, festival ini menjadi menarik mengingat jenis dan kekayaan alat musik tabuh cukup banyak, sehingga mampu memunculkan nilai kreativitas dan mengangkat kembali sebutan Tunggul Kawung.

“Kami ingin menghidupkan filosofi nama Bogor yang juga disebut Tunggul Kawung. Karenanya, sejak tahun lalu kita sudah mulai eventnya sebagai salah satu agenda budaya akhir tahun yang ikonik di Kota Bogor,” ujar Usmar.

Tak hanya itu, festival ini juga dimaksudkan untuk mempromosikan Kota Bogor secara nasional dan menjadi event penutup akhir tahun yang mengandung bentuk edukatif sekaligus rekreatif. Atraksi budaya yang inovatif ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor sebagai mitra dalam penyelenggaraan acara.

“Ini merupakan bentuk kegiatan seni budaya yang khas dan menarik, sehingga ke depan diharapkan memperkaya berbagai bentuk agenda budya yang sudah ada di Kota Bogor,” kata Shahlan Rasyidi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Ketua Panitia Festival Tunggul Kawung, Jimmy Carter mengungkapkan, secara bertahap di masa mendatang event ini akan bersiap menjadi event nasional dan mungkin saja internasional.

“Setiap daerah di nusantara memiliki alat musik tabuh tersendiri yang khas, baik itu bentuk, bahan, bunyi maupun cara memainkannya. Disebut khas karena suara yang dihasilkan, irama hingga kebiasaan atau tata cara memainkannya memiliki pola dan aturan tersendiri. Ke depan sangat mungkin event ini menjadi semakin besar sebagai event nasional dan mungkin saja menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia di era pariwisata kreatif,” papar Jimmy.

Artikel ini telah tayang di seluang.id dengan judul Festival Tunggul Kawung Bergaung Kembali, https://seluang.id/2018/12/05/festival-tunggul-kawung-kembali-bergabung

Penulis: Rifky Setiadi/DK3B
[Penulis adalah Sekretaris Umum Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bogor]


Festival Kemasan Seni Pertunjukan Tari 2018

BOGOR-KITA.com -Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tahun ini kembali akan menggelar Festival Kemasan Seni Pertunjukan Bogor Terbuka tahun 2018 pada 28 November mendatang.

Kepala Disparbud Kota Bogor, Shahlan Rasyidi mengungkapkan, Festival Kemasan Seni Pertunjukan merupakan bagían dari upaya pembinaan terhadap sanggar-sanggar yang ada di Kota Bogor.

Kegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi dan tukar pengalaman antar pelaku seni, juga untuk menggali potensi seni budaya yang ada di setiap sanggar yang ada di Kota Bogor.

“Melalui Festival Kemasan Seni Pertunjukan diharapkan lahir karya-karya baru yang akan menambah khasanah kekayaan seni budaya di Kota Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya,” kata Shahlan, Selasa (30/10/2018)

Dia menambahkan, kegiatan ber tujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku seni khususnya sanggar-sanggar yang ada di Kota Bogor untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan sebuah karya.

Harapan utamanya bisa menghasilkan karya baru sehingga bisa mendorong penambahan kekaryaan bagi sanggar itu sendiri dan mendorong keragaman seni budaya di Kota Bogor.

Lebih lanjut Shahlan menyebutkan Festival Kemasan Seni Pertunjukan akan diselenggarakan di Gedung Kemuning Gading, jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor. [] Admin/Humpro Kota Bogor

Artikel ini telah tayang di bogor-kita.com dengan judul PemKot Bogor Gelar Festival Kemasan Seni Pertunjukan, https://bogor-kita.com/pemkot-bogor-gelar-festival-kemasan-seni-pertunjukan/


Panas-panasan, Hujan-hujanan, Penari Sanggar Gandes Pamantes Pukau Muspida Di Pameran Pembangunan Kota Bogor

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH –  Sanggar tari Gandes Pamantes tampil membuka acara kegiatan Pameran Pembangunan 2018 di Plaza Balaikota Bogor, Kamis (1/3/2018).

Dengan gemulai para penari berlenggok lenggok dihadapan Muspida Kota Bogor.

Bukan hanya menari mereka juga pandai menabuh gendang.
Pada acara pameran tersebut ditampilkan sejumlah progres pembangunan yang sudah dicapai oleh Pemerintah Kota Bogor.
Berbagai stand pelayanan  dibuka di acara pameran tersebut, diantaranya adalah Disparbud Kota Bogor, Disdukcapil Kota Bogor, Distani Kota Bogor dan masih banyak lagi.

Pelaksana Tugas (PLT) Kota Bogor Usmar Hariman mengatakan bahwa pada kegiatan pameran pembangunan tersebut dipamerkan segala bentuk pembangunan dan inovasi yang telah dicapai oleh Pemkot Bogor.

” Pameran ini diadakan selama tiga hari kedepan, dalam pameran ini bisa dilihat segala bentuk pembangunan dan inovasi yang telah dicapai dalam musrembang,” ujarnya.

Dalam pembukaan itu pun Usmar menerbangkan balon udara sebagai simbol dibukanya pameran tersebut.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Panas-panasan, Penari Sanggar Gandes Pamantes Pukau Muspida Di Pameran Pembangunan Kota Bogor, http://bogor.tribunnews.com/2018/03/01/panas-panasan-penari-sanggar-gandes-pamantes-pukau-muspida-di-pameran-pembangunan-kota-bogor.


Penulis: Lingga Arvian Nugroho 
  Editor: Ardhi Sanjaya


× How can we help you?
WhatsApp chat