Category Archives: Artikel Menarik

Sanggar gandes pamantes bangun karakter dini melalui tari tradisi

Bangun Karakter Dini Melalui Tari Tradisi

Seni tradisional banyak memberikan kontribusi pada peserta didiknya, termasuk membentuk karakter. Bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi bantu merasakan  nilai-nilai yang baik, mau dan mampu melakukannya.

Gandespamantes.org- Pendidikan merupakan aspek penting yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Agar setiap manusia mampu bertahan dan menjalani kehidupan masa depannya dengan terarah. Seperti halnya seni tradisional yang banyak memberikan kontribusi pada peserta didiknya, termasuk membentuk karakter.

Mata pelajaran seni tidak dapat digantikan oleh mata pelajaran lain, Kedudukannya sebagai aesthetic needs dalam mata pelajaran memiliki fungsi yang unik. Berdasarkan berbagai kajian dan penelitian, ditemukan bahwa pendidikan seni memiliki keunikan peran atau nilai strategis dalam pendidikan sesuai perkembangan jaman  dan perubahan dinamika dalam masyarakat.

Karena itulah, pada masa lalu, seni tari yang berkembang di Indonesia terutama tari-tari yang diajarkan pada lingkungan keraton dan sekolah merupakan tari tradisional  yang bergaya klasik, yang cenderung memiliki pakem serta nilai-nilai hingga menelurkan tingkah laku karakter yang baik.

Pembelajaran tari dapat membantu membentuk karakter peserta didik. Aspek nilai, norma dan ritual tidak terlepas dari sebuah karya tari. Setiap tarian berisi pesan dan moral kebudayaan. Dapat diartikan bahwa pembentukan karakter dilakukan melalui proses apresiasi dan kreativitas tari. Kolaborasi antara pikiran, perasaan dan tindakan dibutuhkan sebagai pemacu.

Namun, membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya yang terus menerus dilakukan. Refleksi yang mendalam perlu dilakukan untuk membuat Moral Choice yang mampu ditindaklanjuti secara nyata sehingga menjadi hal yang reflektif.

Melalui pendidikan seni tari, sikap estetis pada siswa akan terbentuk sehingga tercipta manusia Indonesia dengan karakter yang seimbang, baik dalam perkembangan pribadi, lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta hubungan dengan Tuhan.

Sehingga, seni memiliki potensi yang besar tidak hanya sebagai hiburan saja. Efektivitas seni sebagai penyampaian pesan dilakukan dengan sentuhan keindahan. Melalui seni seluruh bagian otak terlibat dalam pemrosesan pesan yang sangat penting untuk pembentuk karakter dan peserta didik tari. Dan hal tersebut alangkah baiknya jika di bentuk sejak dini.


PHOTO CREDIT : Murid Penari Sanggar tari Gandes Pamantes berlatih menari yang cenderung memiliki pakem serta nilai-nilai hingga menelurkan tingkah laku karakter yang baik . FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Baca Juga : 7 Manfaat Menari Untuk Sang Buah Hati


sanggar gtari gandes pamantes membawakan tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai, Representasi Semangat Kebebasan Wanita Betawi

Banyak pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui tarian Lenggang Nyai ini, terutama pesan mengenai kebebasan wanita.

Gandespamantes.org- Menurut sejarahnya, Tari Lenggang Nyai ini di ciptakan oleh seorang seniman tari dari Yogyakarta bernama Wiwik Widiastuti, seorang seniman yang sangat mencintai kebudayaan Indonesia dan bersumber dari cerita rakyat Betawi, yaitu Nyai Dasimah.

Nama Tari Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata “lenggang” yang berarti “melengak – lengok” dan kata “nyai” yang terinspirasi dari kisah cinta perempuan Betawi bernama Nyai Dasima.

Menurut ceritanya, Nyai Dasimah merupakan seorang wanita cantik dari Betawi yang menikah dengan opsir Belanda bernama Edward William. Meski bergelimang harta tetapi status sebagai isteri kedua menjadikan hidupnya tidak nyaman, akibat belenggu peraturan dari sang suami yang harus dipatuhinya. Ia pun memberontak atas kesewenang-wenangan suaminya.

Nyai Dasima kemudian berjuang untuk mendapatkan kebebasan dan cinta sejatinya dalam sosok seorang kusir delman bernama Samiun yang sering mengantarnya berpergian. Perjuangan itulah yang menginspirasi Wiwiek Widiyastuti menciptakan tari Lenggang Nyai.

Dalam pertunjukannya, penari menari dengan gerakan lincah yang mengandung 32 unsur gerak yang dibawakan secara dinamis oleh 5-8 orang penari perempuan. Serta menggambarkan keceriaan dan keluwesan gadis Betawi, dengan mengusung nilai moral tentang keserakahan, penyesalan, dan cinta sejati.

Hal yang unik dari Tari Lenggang Nyai adalah perpaduan unsur budaya Cina dan Betawi dalam busana yang dikenakan. Biasanya busana penari Lenggang Nyai menggunakan warna terang, seperti warna hijau terang dan merah terang.

Selain itu pada bagian kepala dihiasi dengan hiasan seperti mahkota yang identik dengan budaya Cina. Pada pertunjukan tarian ini juga di iringi dengan musik tradisional Betawi, yaitu Gambang kromong.

Itulah sekelumit cerita tentang Tari Lenggang Nyai! Semoga sedikit informasi ini mampu memberikan inspirasi bagi kita semua!


Photo Credit : Penari Sanggar gandes pamantes bawakan tari Lenggang Nyai yang terinspirasi dari kisah cinta perempuan Betawi bernama Nyai Dasima. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan Tari Lenggang Nyai yang mengusung nilai moral tentang keserakahan, penyesalan, dan cinta sejati.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Lenggang Nyai:

Hanupis!🙏

Baca Juga : Penari Tari Merak Nan Menawan


sanggar tari gandes pamantes menari di hari jadi bogor

Yuk, Kita Menari dan Jaga Tradisi

Tarian tradisional mampu hadirkan makna  serta  merepresentasikan nilai- nilai penting untuk setiap wilayah di Indonesia.

Gandes Pamantes.org- Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya pelajar dan mahasiswa, harus bisa memilah apa yang masuk dari luar artinya kita harus bisa memilih dan menyaring mana yang lebih baik dan positif untuk kita ikuti. Bukan sekedar ingin mengikuti tren yang sudah ada tanpa mem-filter terlebih dahulu.

Terlebih lagi, dengan keanekaragaman kebudayaannya, Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi sekaligus memiliki karakteristik tersendiri.

Ya, tarian daerah Indonesia ini memiliki nilai kemanusiaan, nilai keharmonisan, nilai kerpercayaan, hingga nilai adat istiadat yang berbeda-beda untuk tiap negaranya. Tak hanya sarat akan nilai-nilai penting di dalamnya, gerakan hingga busana yang digunakan saat menari daerah juga sangat menarik dan memiliki cerminan dari budaya setempat.

Hingga, tari tradisional belakangan ini tak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, macam-macam tarian daerah dan penjelasannya pun sudah sangat dikenal oleh wisatawan mancanegara sekalipun. Hal ini dikarenakan macam-macam tarian daerah tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Sayangnya, seperti yang kita lihat saat ini banyaknya mayoritas orang-orang sudah mengabaikan indahnya seni tari tradisional Indonesia yang memiliki makna mendasar, tak sedikit anak muda lebih senang menarikan tarian modern.

Kurangnya kesadaran akan kecintaan kepada seni tari tradisional membuat perlahan-lahan eksistensinya berkurang. Padahal jika dicermati, tak sedikit negara lain yang ingin mengklaim tari-tarian yang dimiliki Indonesia seperti tari pendet yang berasal dari Bali diklaim oleh negara lain. Itu semua menunjukkan bahwa seni tari yang kita miliki sangat berpengaruh besar terhadap dunia internasional.

Ironisnya, generasi muda adalah generasi penerus yang seharusnya bisa memilah budaya yang masuk ke dalam budaya Indonesia, bukan justru menikmati budaya asing yang  masuk bahkan hingga mengunggah ke jejaring sosial dan mungkin saja mereka tidak tahu yang sebenarnya asal usul dan maksud dari tarian tersebut.

Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, harus bisa memilah apa yang masuk dari luar serta pengaruhnya. Yuk, Kita Menari dan Jaga Tradisi! Guna kembangkan dan lestarikan kembali tarian tradisional cipta karya bangsa kita “Indonesia”.


PHOTO CREDIT : Sanggar tari Gandes Pamantes Dalam acara menari tari tradisional. FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bagi Gandes Pamantes, Menari Adalah Siratan Ekspresi


penari sanggar gandes pamantes bawakan tari merak

Penari Tari Merak Nan Menawan

Bentuk kreasi  tari yang mengimplementasikan kehidupan seekor burung merak nan eksotis dari ranah pasundan. 

Gandespamantes.org- Indonesia memang terkenal dengan beragam kekayaan budaya. Baik itu budaya tradisional atau modern semuanya menarik untuk dipelajari. Diantara jenis kebudayaan tradisional ini terdapat adanya kesenian tari. Salah satu jenis tari yang sangat terkenal adalah tari merak.

Tari merak ini merupakan tarian khas yang berasal dari bumi Pasundan pada tahun 1950an. Gubahan seorang kareografer bernama Raden Tjetjep Somantri yang merupakan implentasi dari kehidupan burung merak.

Dengan iringan musik para penari menggerakkan tubuhnya dengan sangat gemulai layaknya tingkah laku seekor burung merak. Gerakan-gerakan tari yang diperagakan para penari sungguh indah mempesona.

Walaupun tarian ini dibawakan oleh penari wanita, namun terlihat jelas tarian ini mengambarkan tingkah laku merak jantan, utamanya tingkah merak jantan ketika ingin memikat merak betina dengan menebarkan pesonanya.

Karena itulah, warna kostum yang dipakai oleh para penari biasanya sesuai dengan corak bulu burung merak. Selain itu, kostum penari juga dilengkapi dengan sepasang sayap indah yang mengimpletasikan bentuk dari bulu merak jantan yang sedang dikembangkan.

Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan. Sehingga tidak heran jika tari merak sering sekali digunakan untuk menyambut pasangan pengantin pria atau sebagai hiburan untuk para tamu dalam acara pernikahan.

Selain itu, tarian merak juga banyak dipertunjukkan dalam event-event baik yang bertaraf nasional maupun event yang bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan keindahan gerakan dari tarian merak nan menawan itu sendiri.

Terlepas dari itu, seiring perjalanan waktu, Tari Merak Jawa Barat telah mengalami perubahan dari gerakan asli yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri. Adalah Dra. Irawati Durban Arjon yang berjasa menambahkan beberapa koreografi ke dalam Tari Merak versi asli. Sejarah Tari Merak tidak hanya sampai disitu karena pada tahun 1985 gerakan Tari Merak kembali direvisi.

Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan. Dan nilai keceriaan yang digambarkan dalam tari merak semakin jelas dengan penggunaan kostum yang digunakan oleh sang penari.

Itulah sekelumit cerita tentang sejarah Tari Merak! Semoga sedikit informasi ini mampu memberikan inspirasi bagi kita semua!


Photo Credit : Penari Sanggar gandes pamantes bawakan tari merak. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan tari merak dan  menggambarkan keceriaan serta kegembiraan.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Merak:

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Gandes Pamantes, Raih Juara Ke-1 di Ajang Remaja Putri Kreatif 2019


Foto bersama siswa sanggar tari gandes pamantes

Sekelumit Cerita Dari Sanggar Tari

Sanggar Gandes Pamantes merupakan sanggar seni tari tradisional yang menonjolkan kebudayaan Sunda khususnya Bogor, yang didirikan sekaligus dipimpin oleh Indi Febriyanti.

Gandespamantes.org- Bangunan sederhana yang terletak di pinggir jalan raya cifor, dengan balutan buana nan nyaman  dan alami, bernama sanggar tari Gandes Pamantes. Nama Gandes Pamantes itusendiri berasal dari dua suku kata yang mengambil kata dari ranah pasundan. Yaitu, “Gandes” dan “Pamantes”  yang jika digabungkan akan memiliki arti gadis-gadis cantik yang selalu pantas dilihat dan menarik.

Di sanggar tari Gandes Pamantes selalu saja terdengar riuhrendah anak-anak yang hadir untuk latihan menari guna mempertahankan keberanekaan dalam khasanah budaya nusantara. Baik dari anak-anak yang menari dengan membawa gelak, hingga mereka siswa tari yang berusia matang.

Sangar tari Gandes Pamantes yang berakar dari seni tari tradisi kerap hadirkan pertunjukan tari yang mengunakan bahan baku dari perbendaharan kesenian Sunda dan dikembangkan dengan inspirasi serta inovasi Indi Febriyanti sebagai pendiri sanggar dan dari pengalamanya sendiri baik didalam maupun luar negeri.

Meski ada pelatih yang mengajar, tidak jarang sebagai pemilik sanggar sekalipun, Indi terjun langsung mengajar tari kepada anak-anak. Bergerak dengan menggunakan wiraga, wirama, dan wirasa itu sudah menjadi obat yang manjur tersendiri guna tetap mempertahankan kehadirannya dalam dunia pendidikan dan apresiasi seni tari tradisional Indonesia serta pengembangannya melalui penataan pendidikan tari dan daya cipta kreatif yang mendalam.

Sanggar Gandes Pamantes terus mengembangkan Kebudayaan Sunda terutama kesenian tradisional dengan memberikan garapan ataupun inovasi baru. Misalnya Tarian yang berjudul  lawang Rasa, salah satu tari garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

Sebuah tarian yang merupakan tari kreasi jaipongan dan mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.

Sanggar Gandes Pamantes seringkali berhasil mengantongi prestasi dengan tampil di berbagai event dan tradisi. Ataupun saat mengisi acara peresmian suatu instansi, penutupan rapat di pemerintahan hingga penghelatan di berbagai acara ataupun sekedar memeriahkan acara tradisi dan pesta.


Photo Credit : Foto bersama para siswa Sanggar Gandes Pamantes seusai pentas. FILE/Dok/Ist. Photo Sanggar tari gandes pamantes

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


Sanggar gandes pamantes bawakan tarian rondang bulan

Tari Rondang Bulan, Rupa Ceria Khas Tapanuli Selatan

Tari tradisional adalah tarian  yang buat oleh nenek moyang kita pada zaman dahulu dan dikembangkan didalam  daerahnya secara turun temurun.

Gandespamantes.org- Dalam tarian tradisional yang dibuat oleh nenek moyang kita dahulu selain sebagai suatu kesenian juga terdapat nilai atau cerita yang terkandung didalamnya, seperti halnya tarian tradisional di Rondang  barat. Dalam tarian yang dibuat masyarakat Tapanuli Selatan yang hadirkan lakon khas Sumatera Utara.

Tarian Rondang Bulan merupakan tari kreasi yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis bersuku mandailing, Tapanuli selatan. Memamerkan persona wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah-wajah para penari yang menampilkan gerakan tari ini di atas panggung.

Tarian ini dimainkan secara berkelompok. Nama Tari rondang bulan khas Tapanuli Selatan ini biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Dan, Rondang Bulan itu sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan.

Dalam penyajiannya, ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan terlihat secara implisit sepanjang gemulai tarian dibawakan diatas panggung. Para penari melakukan aksi indah dengan gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan.

Untuk segi kostum, penari Rondang Bulan mengenakan pakaian khas Suku Batak Mandailing dengan  Warna yang di dominasi oleh warna merah, keemasan, dan warna hitam. Berbeda dengan perempuan, laki-laki Mandailing menggunakan penutup kepala yang bentuknya khas. Dan Penutup kepala pakaian adat Sumatera Utara disebut Ampu.


Photo Credit : Sanggar gandes pamantes bawakan tarian Rondang bulan khas tapanuli selatan. FILE/Dok/Ist. SANGGAR GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


ilustrasi 6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia

6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia

Indonesia terkenal akan keanekaragaman budayanya. Keanekaragaman tersebut salah satunya tercermin dari banyaknya seni yang berkembang di tiap pelosok Indonesia, salah satunya seni tari.

Gandespamantes.org- Indonesia yang terdiri atas banyak pulau memiliki budaya yang sangat beragam, setiap daerahnya memiliki ciri khas budaya masing-masing dan selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan kesenian tradisional Indonesia pun kerap diperkenalkan melalui pertukaran pelajar.

Wajar saja, Keelokan dan filosofi yang terkandung dalam suatu tari daerah kian memikat mata dunia. Peninggalan budaya, khususnya tarian, seringkali dipengaruhi oleh sejarah dan kejadian di sebuah daerah tertentu. Hal itulah yang membuat sebuah tarian memiliki keunikan tersendiri. Hingga puluhan bahkan ratusan penghargaan internasional telah disematkan pada sejumlah tari daerah.

Karena itu pula, banyak kesenian Indonesia yang sengaja ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan dunia. Berikut adalah enam tarian budaya Indonesia yang sering ditampilkan dan menjadi populer di mata wisatawan dunia.

Tari Saman Aceh

Tari saman merupakan sebuah tarian yang berasal dari suku Gayo, Aceh Tenggara. Pertunjukan tari ini tidah hanya popular di Indonesia, tetapi tari ini juga popular di negara Australia dan Eropa. Tarian ini tidak diiringi alat musik, tetapi diiringi suara penari dan tepuk tangan yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha.

Tarian ini terbilang sulit karena gerakan tangannya yang cepat dan rumit membutuhkan konsentrasi penuh untuk menarikan tarian saman ini. Pada tahun 2011 lalu, UNESCO menetapkan tari saman sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Tari Kecak Bali

Pertunjukan tari khas Bali ini dimainkan oleh puluhan bahkan ratusan penari laki-laki. Para penari duduk melingkar lalu menyerukan “cak” sambil mengangkat kedua tangan mereka. Mereka menggunakan kain Bali dengan motif kotak-kotak seperti paan catur di pinggang.

Sama seperti saman, tarian ini pun tidak diiringi alat musik, penari hanya menggunakan kincringan yang dipakai pada kaki penari. Kecak ini menceritakan tentang Ramayana. Tarian ini pun menampilkan beberapa aksi api yang ekstrem. Tiket pertunjukan tarian ini selalu habis diborong wisatawan asing yang berkujung ke Bali.

Tari Legong

Tak ada habisnya jika mengulik khazanah seni di Bali. Tari Legong menjadi salah satu tarian Bali yang paling populer. Pada zaman dulu, hanya keluarga kerajaan yang boleh menikmati tarian ini. Namun seiring berkembangnya waktu, Keindahan Tari Legong bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

Tari ini meliputi gerakan jari dan kaki yang rumit, juga ekspresi wajah yang demonstratif, yang ditekankan dengan kostum tradisional yang indah.

Tari Reog Ponorogo

Reog biasanya dipentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian, 2 sampai 3 tarian pembuka. Ciri khas dari tari reog ini adalah topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak.

Berat topeng ini mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh sang penari dengan menggunakan gigi. Sempat terjadi kontroversi antara Malaysia dan Indonesia karena Malaysia menyatakan bahwa tarian ini milik Malaysia.

Tari Pendet Bali

Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persenbahan namun dalam bentuk tarian upacara. Awalnya, tarian ini merupakan tari pemjaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata kea lam dunia.

Tarian ini meliputi gerakan kaki dan jari yang rumit serta bermain di ekspresi wajah. Penari membawa semacam nampan kecil yang dihias janur kuning dan berisikan bunga warna-warni yang nantinya akan ditaburkan kepada para penonton. Tari pendet sempat menjadi sorotan media Indonesia karena tampil dalam program televisi yaitu Enigmatic Malaysia Discovery Channel.

Tari Piring Sumatera Barat

Tarian ini adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring yang di ayun dengan gerakan cepat tanpa terlepas dari genggaman tangan.

Tari piring membuat para wisatawan asing tak percaya dan mengira piring tersebut direkatkan di tangan menggunakan lem. Penari yang berjumlah ganjil ini diiringi oleh alat musik Talempong dan Saluang.


Photo Credit : ilustrasi 6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia. FILE/Dok/Ist. Photo INSTA SANGGAR GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


gandespamantes hari batik nasional

Sejumput Cerita di Hari Batik Indonesia

Perkembangan warisan batik di Indonesia telah menggoreskan nilai seni yang sangat tinggi dan apik untuk dinikmati masyarakat, baik domestik maupun mancanegara.

Gandespamantes.org- Macam macam kebudayaan Indonesia sangat beragam dan hadir dalam banyak bentuk seperti karakteristik kemajemukan yang dimiliki oleh bangsa ini. Seperti Tarian tradisional, bahasa, budaya, termasuk batik yang menjadi produk kebanggaan dengan ragam khas budaya Indonesia.

Berbicara mengenai Batik, saat ini pun perkembangannya terbilang pesat, hampir setiap toko menjual Batik modern dengan model, motif dan warna yang beraneka ragam. Sehingga banyak masyarakat yang terus membudayakan Batik dalam kegiatan sehari-hari.

Terlebih lagi, Setiap tanggal 2 Oktober, Indonesia dan Dunia telah memperingati Hari Batik Nasional. Peringatan ini terjadi ketika batik memperoleh pengakuan dunia pada tahun 2009 dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization ( UNESCO).

Diakuinya Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia merupakan wujud pengakuan internasional terhadap kebudayaan Indonesia. Kita tidak hanya berbangga dan menunjukan kecintaan dengan berpakaian batik. Tetapi kita juga harus ikut melestarikan dan tetap mempertahankan corak batik sebagai lambang keindonesiaan.

Karena itulah, makna Hari Batik Nasional yang mesti dipahami secara lebih luas adalah sebagai upaya untuk mewarisi budaya nasional dan memelihara tradisi. Dengan membuat dan mengenakan batik dalam kegiatan sehari-hari, dan tidak mesti dipahami sebagai upaya responsif dari klaim dari negara lain yang mengakui batik sebagai warisan budayanya.

Terlepas dari itu semua, di kesempatan ini dalam rangka mendukung serta melestarikan Batik Indonesia, Sanggar tari Gandes pamantes pun membuat Batik Gandes yang kreatifitas dan inovasi desain dibuat khusus oleh ibu Ratna @handayani_geulis. Semoga setiap anak Indonesia dapat selalu mencintai serta bangga dengan produk batik Indonesia.


Photo Credit :Sanggar tari Gandes pamantes pun membuat Batik Gandes yang kreatifitas dan inovasi desain dibuat khusus oleh ibu Ratna @handayani_geulis. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video dalam rangka mendukung serta melestarikan Batik Indonesia, Sanggar tari Gandes pamantes pun membuat Batik Gandes yang kreatifitas dan inovasi desain dibuat khusus oleh ibu Ratna @handayani_geulis. Semoga setiap anak Indonesia dapat selalu mencintai serta bangga dengan produk batik Indonesia.

Sanggar Gandes Pamantes Mengucapkan Selamat Hari Batik Sedunia

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Sanggar Gandes Pamantes Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi

 


Manfaat latihan menari sanggar gandes pamantes

5 Manfaat Menari Untuk Kesehatan

Menari merupakan komposisi antara aktivitas fisik, interaksi sosial, ekspresi kreatif, dan emosional. Tidak hanya sarat manfaat atau sebatas mengekspresikan diri, kegiatan menari tepat sekali bagi Anda yang kurang menyukai olahraga yang bersifat individual.

Gandespamantes.org- Menari itu baik untuk tubuh kita. Bahkan sebenarnya menari itu termasuk salah satu jenis olahraga. Mulai dari tarian tradisional, modern, balet, dan lain-lain, semuanya merupakan olahraga. Menari bisa memberikan banyak manfaat yang setara dengan aktivitas olahraga lainnya.

Seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah lima manfaat menari untuk kesehatan yang di dapat dari kegiatan menari.

Menari Bermanfaat untuk Keseimbangan dan Perbaikan Suasana hati

Banyak studi yang menyebutkan bahwa menari dapat memperbaiki keseimbangan, bahkan pada seseorang yang berusia lanjut. Pada orang usia lanjut, manfaat menari dapat dilihat dari adanya perbaikan dalam postur tubuh, kecepatan berjalan, dan juga kecepatan bereaksi. Menurut jurnal The European Journal of Physical Rehabilitation di tahun 2009, menari bisa membantu penderita penyakit Parkinson.

Selain itu, menari juga dapat memperbaiki suasana hati. Hal dapat dibuktikan dengan berkurangnya rasa depresi, cemas, stres dan meningkatkan rasa kepercayaan diri. Bahkan, sebuah teori yang dipublikasikan di Jurnal Arts in Psychotherapy menyebutkan bahwa menari bisa menjadi salah satu pilihan terapi bagi para penderita depresi dan kecemasan.

Menari dapat membantu meningkatkan energi

Ada nasihat bahwa bila Anda merasa letih, lesu, dan tak bergairah, pergilah berolahraga. Olahraga di sini sama dengan menari. Aktivitas fisik saat menari akan memicu keluarnya hormon endorfin yang akan membuat kita merasa bergairah.

Menari juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, sehingga ada rasa refresh ketika Anda selesai beristirahat. Endorfin dan kualitas istirahat yang baik pada akhirnya akan berakibat pada kemampuan fokus yang lebih baik.

Menari Bermanfaat untuk Kesehatan Jantung dan Berat Badan

Menari bisa menjadi pilihan olahraga jenis aerobik yang baik dan bagus untuk kesehatan jantung Anda. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang-orang dengan gagal jantung yang stabil dan melakukan tarian jenis Waltz, terjadi perbaikan dalam fungsi pembuluh darah dan perbaikan kualitas hidup.

Selain itu, menari juga baik untuk menjaga berat badan ideal Anda. Pasalnya, menari dapat membakar hingga 240 kalori dari tubuh Anda. Pada umumnya, seseorang bisa membakar hingga 200 kalori saat menari. Contohnya pada orang yang melakukan gerakan tarian tango, maka jumlah kalori yang terbakar dapat mencapai 200 kalori.

Menari membuat tubuh lebih lentur

Gerakan-gerakan menari melibatkan bagian tubuh atas maupun bawah, dan dengan demikian dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Selain itu, gerakan menari juga dapat meningkatkan kelenturan tubuh.

Meningkatnya kelenturan akan mengurangi nyeri sendi dan rasa pegal-pegal. Tidak harus melakukan gerakan balet, gerakan tarian tradisional seperti tari Jawa pun sama melenturkan.

Menari dapat bantu meningkatkan daya ingat

Menurut penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine, menari dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah demensia ketika seseorang bertambah tua.

Latihan aerobik dapat mengubah kehilangan volume di hippocampus, bagian otak yang mengontrol memori. Seiring dengan pertumbuhan manusia, hippocampus secara alami mengalami penyusutan sehingga menyebabkan gangguan memori.


PHOTO CREDIT : Murid Penari Sanggar tari Gandes Pamantes berlatih menari. FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Baca Juga : 7 Manfaat Menari Untuk Sang Buah Hati


sanggar tari gandes pamantes

Sanggar Gandes Pamantes, Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi

Dampak pengaruh luar lambat laun mengikis kebudayaan lokal sebagai warisan nenek moyang kita. Sanggar Tari Gandes Pamantes hadir mempertahankan eksistensi tradisi lewat seni tari

Gandespamantes.org- Sanggar tari gandes pamantes adalah sanggar tari yang mengajarkan tari tradisonal dan tari kreasi. Selain tari tradisonal dan kreasi, sanggar menciptakan tari garapan yang dipentaskan dalam festival atau lomba tari. Bahkan, sanggar gandes pamantes memiliki banyak prestasi dan program sanggar di setiap tahunnya.

Indi Febriyanti selaku pendiri sanggar menuturkan bahwa nama “Gandes Pamantes” berasal dari kata “Gandes” yaitu gadis atau wanita, sedangkan “Pamantes” yaitu pantas yang diambil juga dari bahasa Sunda “Yang keseluruhannya nama gandes pamantes memiliki arti bahwa gadis-gadis cantik yang selalu pantas dilihat dan menarik.” Terangnya.

Berakar dari seni tari tradisi, Sanggar gandes pamantes dominan memberikan pertunjukan tari mengunakan bahan baku dari perbendaharan kesenian Sunda yang kemudian dikembangkan dengan inspirasi dan inovasi dan dari pengalamanya sendiri dalam maupun luar negeri.

Indi mengungkapkan, dirinya berusaha menghadirkan tari tradisi yang menarik. Dalam dunia tari kontemporer, selain menciptakan gerak-gerak tari, dirinya kerap mengiringi dengan tradisi dan budaya.

Seperti halnya  tarian berjudul  lawang rasa yang merupakan tari kreasi jaipongan garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

“Jadi tarian lawang rasa ini memang mengejawantahkan nilai positif masyarakat sunda, yang mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.” Ungkap Indi.

Dalam tarian ini, penari wanita ini menghadirkan gerakan luwes dengan mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda.

Tari Lawang Rasa sebagai kreativitas Sanggar Tari Gandes Pamantes kerap dipentaskan dalam berbagai perhelatan. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Tari Lawang Rasa ini akan  dikolaborasikan dengan berbagai kesenian kontemporer yang lebih bersifat hiburan.


PHOTO CREDIT : Murid Penari Sanggar tari Gandes Pamantes berpose sebelum melakukan pertunjukan tari. FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Berita Ini telah tayang di telegraf.co.id.

Baca Juga : Pesan kearifan lokal lewat seni tari sunda

 


× How can we help you?
WhatsApp chat