Monthly Archives: October 2019

Sanggar gandes pamantes bangun karakter dini melalui tari tradisi

Bangun Karakter Dini Melalui Tari Tradisi

Seni tradisional banyak memberikan kontribusi pada peserta didiknya, termasuk membentuk karakter. Bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi bantu merasakan  nilai-nilai yang baik, mau dan mampu melakukannya.

Gandespamantes.org- Pendidikan merupakan aspek penting yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan. Agar setiap manusia mampu bertahan dan menjalani kehidupan masa depannya dengan terarah. Seperti halnya seni tradisional yang banyak memberikan kontribusi pada peserta didiknya, termasuk membentuk karakter.

Mata pelajaran seni tidak dapat digantikan oleh mata pelajaran lain, Kedudukannya sebagai aesthetic needs dalam mata pelajaran memiliki fungsi yang unik. Berdasarkan berbagai kajian dan penelitian, ditemukan bahwa pendidikan seni memiliki keunikan peran atau nilai strategis dalam pendidikan sesuai perkembangan jaman  dan perubahan dinamika dalam masyarakat.

Karena itulah, pada masa lalu, seni tari yang berkembang di Indonesia terutama tari-tari yang diajarkan pada lingkungan keraton dan sekolah merupakan tari tradisional  yang bergaya klasik, yang cenderung memiliki pakem serta nilai-nilai hingga menelurkan tingkah laku karakter yang baik.

Pembelajaran tari dapat membantu membentuk karakter peserta didik. Aspek nilai, norma dan ritual tidak terlepas dari sebuah karya tari. Setiap tarian berisi pesan dan moral kebudayaan. Dapat diartikan bahwa pembentukan karakter dilakukan melalui proses apresiasi dan kreativitas tari. Kolaborasi antara pikiran, perasaan dan tindakan dibutuhkan sebagai pemacu.

Namun, membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya yang terus menerus dilakukan. Refleksi yang mendalam perlu dilakukan untuk membuat Moral Choice yang mampu ditindaklanjuti secara nyata sehingga menjadi hal yang reflektif.

Melalui pendidikan seni tari, sikap estetis pada siswa akan terbentuk sehingga tercipta manusia Indonesia dengan karakter yang seimbang, baik dalam perkembangan pribadi, lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar, serta hubungan dengan Tuhan.

Sehingga, seni memiliki potensi yang besar tidak hanya sebagai hiburan saja. Efektivitas seni sebagai penyampaian pesan dilakukan dengan sentuhan keindahan. Melalui seni seluruh bagian otak terlibat dalam pemrosesan pesan yang sangat penting untuk pembentuk karakter dan peserta didik tari. Dan hal tersebut alangkah baiknya jika di bentuk sejak dini.


PHOTO CREDIT : Murid Penari Sanggar tari Gandes Pamantes berlatih menari yang cenderung memiliki pakem serta nilai-nilai hingga menelurkan tingkah laku karakter yang baik . FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Baca Juga : 7 Manfaat Menari Untuk Sang Buah Hati


Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V

Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V

Malang sangat kaya dengan ragam kesenian serta budaya dan yang paling menarik dalam tari tradisinya adalah Tari Topeng Bapang.

Gandespamantes.org- Sanggar Tari Gandes Pamantes menghadirkan tarian Bapang sebagai tarian pembuka dalam acara rutin tahunan turnamen golf bertajuk Direktur Polinema Cup V yang digelar Ikatan Alumni Politeknik Negeri Malang (IKA Polinema), di Sentul Highland Golf Club, pada hari Minggu (20/10/2019).

Perlu diketahui, Malang sangat kaya dengan ragam kesenian dan salah satunya adalah tari topeng malang. Selama ini masyarakat banyak mengenal ragam tarian topeng diantaranya Tari Topeng Grebeg Jowo, Grebeg Sabrang, Gunungsari, Ragil Kuning, dan tak Ketinggalan yang paling menarik adalah Tari Topeng Bapang.

Tarian bapang menceriterakan kisah perjalanan  Bapang Jayasentika adipati Banjarpatoman mneghadap Prabu Klana Sewandana. Bapang memiliki sifat adigang adigung—sombong, terlalu membanggakan dirinya sebagai orang yang  kuat dan cerdas, gila sanjungan, menggunakan volume besar, distorsi topeng  yang berlebihan (hidung yang sangat panjang), serta cara mengenakan jamang terbalik.

Di Senggreng Bapang ditafsirkan sebagai tarian Baladewa memiliki watak pemberani, berangsan. Tarian bapang dimulai dari Gedruk Gawang yaitu gerakan kaki menghentak ketanah dua tangannya mempermainkan selambu yang dipasang pada gawang sebagai pintu memasuki arena pentas. ketika menghentakan kaki maka gongseng yang dikenakan pada kaki menghasilkan bunyi sesuai dengan irama gamelan.

Tarian bapang diiringi dengan permainan gamelan lengkap untuk memainkan gending kalongan laras pelog patet bem. Gending ini juga disebut gending kempul papat karena dalam satu gongan terdapat empat kali pukulan Kempul.

Demikian, berharap semakin banyak generasi muda yang menekuni maupun kegiatan yang mengedepankan seni tradisional di daerahnya masing-masing sebagai salah satu kekayaan budaya yang sudah sepatutnya kita banggakan!


Photo Credit : Para penari dari Sanggar Gandes Pamantes bawakan Tari topeng Bapang di Turnamen Golf POLINEMA CUP V. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan tari bapang dan ditafsirkan sebagai tarian Baladewa memiliki watak pemberani, berangsan.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tari Topeng Bapang:

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Gandes Pamantes, Raih Juara Ke-1 di Ajang Remaja Putri Kreatif 2019


sanggar gtari gandes pamantes membawakan tari Lenggang Nyai

Tari Lenggang Nyai, Representasi Semangat Kebebasan Wanita Betawi

Banyak pesan dan makna yang ingin disampaikan melalui tarian Lenggang Nyai ini, terutama pesan mengenai kebebasan wanita.

Gandespamantes.org- Menurut sejarahnya, Tari Lenggang Nyai ini di ciptakan oleh seorang seniman tari dari Yogyakarta bernama Wiwik Widiastuti, seorang seniman yang sangat mencintai kebudayaan Indonesia dan bersumber dari cerita rakyat Betawi, yaitu Nyai Dasimah.

Nama Tari Lenggang Nyai sendiri berasal dari kata “lenggang” yang berarti “melengak – lengok” dan kata “nyai” yang terinspirasi dari kisah cinta perempuan Betawi bernama Nyai Dasima.

Menurut ceritanya, Nyai Dasimah merupakan seorang wanita cantik dari Betawi yang menikah dengan opsir Belanda bernama Edward William. Meski bergelimang harta tetapi status sebagai isteri kedua menjadikan hidupnya tidak nyaman, akibat belenggu peraturan dari sang suami yang harus dipatuhinya. Ia pun memberontak atas kesewenang-wenangan suaminya.

Nyai Dasima kemudian berjuang untuk mendapatkan kebebasan dan cinta sejatinya dalam sosok seorang kusir delman bernama Samiun yang sering mengantarnya berpergian. Perjuangan itulah yang menginspirasi Wiwiek Widiyastuti menciptakan tari Lenggang Nyai.

Dalam pertunjukannya, penari menari dengan gerakan lincah yang mengandung 32 unsur gerak yang dibawakan secara dinamis oleh 5-8 orang penari perempuan. Serta menggambarkan keceriaan dan keluwesan gadis Betawi, dengan mengusung nilai moral tentang keserakahan, penyesalan, dan cinta sejati.

Hal yang unik dari Tari Lenggang Nyai adalah perpaduan unsur budaya Cina dan Betawi dalam busana yang dikenakan. Biasanya busana penari Lenggang Nyai menggunakan warna terang, seperti warna hijau terang dan merah terang.

Selain itu pada bagian kepala dihiasi dengan hiasan seperti mahkota yang identik dengan budaya Cina. Pada pertunjukan tarian ini juga di iringi dengan musik tradisional Betawi, yaitu Gambang kromong.

Itulah sekelumit cerita tentang Tari Lenggang Nyai! Semoga sedikit informasi ini mampu memberikan inspirasi bagi kita semua!


Photo Credit : Penari Sanggar gandes pamantes bawakan tari Lenggang Nyai yang terinspirasi dari kisah cinta perempuan Betawi bernama Nyai Dasima. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan Tari Lenggang Nyai yang mengusung nilai moral tentang keserakahan, penyesalan, dan cinta sejati.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Lenggang Nyai:

Hanupis!🙏

Baca Juga : Penari Tari Merak Nan Menawan


sanggar tari gandes pamantes menari di hari jadi bogor

Yuk, Kita Menari dan Jaga Tradisi

Tarian tradisional mampu hadirkan makna  serta  merepresentasikan nilai- nilai penting untuk setiap wilayah di Indonesia.

Gandes Pamantes.org- Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya pelajar dan mahasiswa, harus bisa memilah apa yang masuk dari luar artinya kita harus bisa memilih dan menyaring mana yang lebih baik dan positif untuk kita ikuti. Bukan sekedar ingin mengikuti tren yang sudah ada tanpa mem-filter terlebih dahulu.

Terlebih lagi, dengan keanekaragaman kebudayaannya, Indonesia dapat dikatakan mempunyai keunggulan dibandingkan negara lainnya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi sekaligus memiliki karakteristik tersendiri.

Ya, tarian daerah Indonesia ini memiliki nilai kemanusiaan, nilai keharmonisan, nilai kerpercayaan, hingga nilai adat istiadat yang berbeda-beda untuk tiap negaranya. Tak hanya sarat akan nilai-nilai penting di dalamnya, gerakan hingga busana yang digunakan saat menari daerah juga sangat menarik dan memiliki cerminan dari budaya setempat.

Hingga, tari tradisional belakangan ini tak hanya dikenal oleh masyarakat lokal, macam-macam tarian daerah dan penjelasannya pun sudah sangat dikenal oleh wisatawan mancanegara sekalipun. Hal ini dikarenakan macam-macam tarian daerah tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi.

Sayangnya, seperti yang kita lihat saat ini banyaknya mayoritas orang-orang sudah mengabaikan indahnya seni tari tradisional Indonesia yang memiliki makna mendasar, tak sedikit anak muda lebih senang menarikan tarian modern.

Kurangnya kesadaran akan kecintaan kepada seni tari tradisional membuat perlahan-lahan eksistensinya berkurang. Padahal jika dicermati, tak sedikit negara lain yang ingin mengklaim tari-tarian yang dimiliki Indonesia seperti tari pendet yang berasal dari Bali diklaim oleh negara lain. Itu semua menunjukkan bahwa seni tari yang kita miliki sangat berpengaruh besar terhadap dunia internasional.

Ironisnya, generasi muda adalah generasi penerus yang seharusnya bisa memilah budaya yang masuk ke dalam budaya Indonesia, bukan justru menikmati budaya asing yang  masuk bahkan hingga mengunggah ke jejaring sosial dan mungkin saja mereka tidak tahu yang sebenarnya asal usul dan maksud dari tarian tersebut.

Sudah saatnya kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya generasi muda, harus bisa memilah apa yang masuk dari luar serta pengaruhnya. Yuk, Kita Menari dan Jaga Tradisi! Guna kembangkan dan lestarikan kembali tarian tradisional cipta karya bangsa kita “Indonesia”.


PHOTO CREDIT : Sanggar tari Gandes Pamantes Dalam acara menari tari tradisional. FILE/DOK. PHOTO SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bagi Gandes Pamantes, Menari Adalah Siratan Ekspresi


Tari renggong manis betawi sanggar gandes pamantes

Tari Renggong Manis, Visualisasi Tradisi Dari Betawi

Salah satu kebudayaan kontemporer yang berasal dari suku Betawi terbilang sangat unik dan tidak kalah menarik dari kesenian yang ada di daerah lain.

Gandespamantes.org- Seni tari tradisional Betawi sebagaimana seni tari dari suku-suku lainnya di Indonesia, merupakan bagian dari sistem representasi sekaligus kristalisasi dari keseharian masyarakatnya. Contohnya Tari renggong Manis yang merupakan bentuk visual ekspresi kebahagiaan dan rasa kebersamaan masyarakat betawi.

Tarian yang diberi nama Tari Renggong Manis ini kerap dimainkan dalam acara-acara resmi. Biasanya ditampilkan pertama sebelum memasuki acara utama, sebagai media penyambutan tamu. Kebahagiaan tuan rumah atas kedatangan tamunya diasosiasikan dengan keceriaan Tari Renggong Manis tersebut.

Jika ditilik dari fungsinya, maka salah satu fungsi tari adalah sebagai ekspresi atau ungkapan perasaan yang divisualisasikan dalam bentuk gerak. Begitupula Tari Renggong manis, sebuah tarian yang merupakan ungkapan kebahagiaan dan rasa kebersamaan para remaja putri dari Betawi.

Tarian ini merupakan hasil kawin silang budaya, yaitu perpaduan antara budaya Betawi, Arab, India, dan terutama budaya Cina Klasik.

Penampilan Tari Renggong Manis diiringi oleh musik Gambang Kromong yang didominasi oleh suara rebab dua dawai. Dan, terdengar jelas bahwa dalam liukan-liukan suara rebab tersebut terdapat irama etnik Cina. Juga dari  kostum yang mengiasi tubuh penari. Dapat dilihat bahwa pemilihan warna yang mencolok, motif kain dan pernak-perniknya yang sedikit terasa unsur budaya Cina.

Hal tersebut terdengar wajar jika melihat banyaknya pengaruh budaya luar yang banyak masuk ke dalam budaya Betawi, lantaran mengingat letak Jakarta dan adanya pelabuhan Sunda Kelapa sendiri yang merupakan pintu menuju Indonesia di masa lampau.


Photo Credit : Salah satu kebudayaan kontemporer yang berasal dari suku Betawi terbilang sangat unik dan tidak kalah menarik dari kesenian yang ada di daerah lain. FILE/Dok/Ist. SANGGAR GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan tari Renggong Manis dan menggambarkan kebahagiaan serta rasa kebersamaan masyarakat betawi.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Renggong Manis:

Hanupis!🙏

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3

 


penari sanggar gandes pamantes bawakan tari merak

Penari Tari Merak Nan Menawan

Bentuk kreasi  tari yang mengimplementasikan kehidupan seekor burung merak nan eksotis dari ranah pasundan. 

Gandespamantes.org- Indonesia memang terkenal dengan beragam kekayaan budaya. Baik itu budaya tradisional atau modern semuanya menarik untuk dipelajari. Diantara jenis kebudayaan tradisional ini terdapat adanya kesenian tari. Salah satu jenis tari yang sangat terkenal adalah tari merak.

Tari merak ini merupakan tarian khas yang berasal dari bumi Pasundan pada tahun 1950an. Gubahan seorang kareografer bernama Raden Tjetjep Somantri yang merupakan implentasi dari kehidupan burung merak.

Dengan iringan musik para penari menggerakkan tubuhnya dengan sangat gemulai layaknya tingkah laku seekor burung merak. Gerakan-gerakan tari yang diperagakan para penari sungguh indah mempesona.

Walaupun tarian ini dibawakan oleh penari wanita, namun terlihat jelas tarian ini mengambarkan tingkah laku merak jantan, utamanya tingkah merak jantan ketika ingin memikat merak betina dengan menebarkan pesonanya.

Karena itulah, warna kostum yang dipakai oleh para penari biasanya sesuai dengan corak bulu burung merak. Selain itu, kostum penari juga dilengkapi dengan sepasang sayap indah yang mengimpletasikan bentuk dari bulu merak jantan yang sedang dikembangkan.

Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan. Sehingga tidak heran jika tari merak sering sekali digunakan untuk menyambut pasangan pengantin pria atau sebagai hiburan untuk para tamu dalam acara pernikahan.

Selain itu, tarian merak juga banyak dipertunjukkan dalam event-event baik yang bertaraf nasional maupun event yang bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan keindahan gerakan dari tarian merak nan menawan itu sendiri.

Terlepas dari itu, seiring perjalanan waktu, Tari Merak Jawa Barat telah mengalami perubahan dari gerakan asli yang diciptakan oleh Raden Tjetjep Somantri. Adalah Dra. Irawati Durban Arjon yang berjasa menambahkan beberapa koreografi ke dalam Tari Merak versi asli. Sejarah Tari Merak tidak hanya sampai disitu karena pada tahun 1985 gerakan Tari Merak kembali direvisi.

Gerakan tari merak lebih didominasi oleh gerakan yang menggambarkan keceriaan dan kegembiraan yang dipancarkan oleh sang merak jantan. Dan nilai keceriaan yang digambarkan dalam tari merak semakin jelas dengan penggunaan kostum yang digunakan oleh sang penari.

Itulah sekelumit cerita tentang sejarah Tari Merak! Semoga sedikit informasi ini mampu memberikan inspirasi bagi kita semua!


Photo Credit : Penari Sanggar gandes pamantes bawakan tari merak. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video berikut adalah penampilan dari murid Sanggar Tari gandes Pamantes, yang membawakan tari merak dan  menggambarkan keceriaan serta kegembiraan.

Sanggar Tari Gandes Pamantes – Tarian Merak:

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Gandes Pamantes, Raih Juara Ke-1 di Ajang Remaja Putri Kreatif 2019


Foto bersama siswa sanggar tari gandes pamantes

Sekelumit Cerita Dari Sanggar Tari

Sanggar Gandes Pamantes merupakan sanggar seni tari tradisional yang menonjolkan kebudayaan Sunda khususnya Bogor, yang didirikan sekaligus dipimpin oleh Indi Febriyanti.

Gandespamantes.org- Bangunan sederhana yang terletak di pinggir jalan raya cifor, dengan balutan buana nan nyaman  dan alami, bernama sanggar tari Gandes Pamantes. Nama Gandes Pamantes itusendiri berasal dari dua suku kata yang mengambil kata dari ranah pasundan. Yaitu, “Gandes” dan “Pamantes”  yang jika digabungkan akan memiliki arti gadis-gadis cantik yang selalu pantas dilihat dan menarik.

Di sanggar tari Gandes Pamantes selalu saja terdengar riuhrendah anak-anak yang hadir untuk latihan menari guna mempertahankan keberanekaan dalam khasanah budaya nusantara. Baik dari anak-anak yang menari dengan membawa gelak, hingga mereka siswa tari yang berusia matang.

Sangar tari Gandes Pamantes yang berakar dari seni tari tradisi kerap hadirkan pertunjukan tari yang mengunakan bahan baku dari perbendaharan kesenian Sunda dan dikembangkan dengan inspirasi serta inovasi Indi Febriyanti sebagai pendiri sanggar dan dari pengalamanya sendiri baik didalam maupun luar negeri.

Meski ada pelatih yang mengajar, tidak jarang sebagai pemilik sanggar sekalipun, Indi terjun langsung mengajar tari kepada anak-anak. Bergerak dengan menggunakan wiraga, wirama, dan wirasa itu sudah menjadi obat yang manjur tersendiri guna tetap mempertahankan kehadirannya dalam dunia pendidikan dan apresiasi seni tari tradisional Indonesia serta pengembangannya melalui penataan pendidikan tari dan daya cipta kreatif yang mendalam.

Sanggar Gandes Pamantes terus mengembangkan Kebudayaan Sunda terutama kesenian tradisional dengan memberikan garapan ataupun inovasi baru. Misalnya Tarian yang berjudul  lawang Rasa, salah satu tari garapan dari sanggar gandes pamantes yang berkolaborasi dengan penata musik iki boleng menggunakan gamelan jawa barat.

Sebuah tarian yang merupakan tari kreasi jaipongan dan mengandung arti gerbang atau pintu hati, menggambarkan karakter seorang wanita yang memiliki kebaikan dan kelembutan hati.

Sanggar Gandes Pamantes seringkali berhasil mengantongi prestasi dengan tampil di berbagai event dan tradisi. Ataupun saat mengisi acara peresmian suatu instansi, penutupan rapat di pemerintahan hingga penghelatan di berbagai acara ataupun sekedar memeriahkan acara tradisi dan pesta.


Photo Credit : Foto bersama para siswa Sanggar Gandes Pamantes seusai pentas. FILE/Dok/Ist. Photo Sanggar tari gandes pamantes

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


siswa sanggar tari gandes pamantes foto bersama di danau setu gede bogor

Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede

Dengan evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat untuk belajar, berlatih serta mampu bersaing secara sehat dan positif agar Siswa Tari Sanggar Gandes Pamantes memiliki kualitas menari yang baik.

Gandespamantes.org- Tari merupakan ungkapan yang muncul dari jiwa atau perasaan manusia yang disampaikan melalui gerak-gerak tubuh yang indah dan ritmis sesuai dengan irama atau musik yang pengiringnya. Dengan kata lain, tari merupakan sebuah bahasa yang menggunakan tubuh sebagai media untuk menyampaikan maksud tertentu.

Namun, tidak semua penari sertamerta langsung dapat melakukan gerak secara baik dan benar sesuai dengan gerakan tari yang diajarkan. Terlebih lagi jika salah satu fungsi tari adalah seni tari sebagai salah satu media pendidikan.

Mengingat hal tersebut, Sanggar tari gandes pamantes mengadakan mid test guna menguji sampai di mana seorang siswa penari sanggar telah menerima pelajaran/tarian yang telah diberikan pada hari Minggu, 6 oktober 2019, di danau Setu Gede, Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat.

Indi Febriyanti selaku pendiri sanggar menuturkan bahwa acara mid test ini merupakan acara rutin yang kerap di helat oleh sanggar tari gandes pamantes.

“Acara ini merupakan acara rutin yang digelar setiap 3 bulan sekali. Acara ini bertujuan menguji sejauh mana penguasaan materi yang telah mereka pelajari selama 3 bulan di sanggar tari gandes pamantes.” Terang Indi.

Disamping itu, Indi juga menambahkan bahwa nilai-nilai luhur yang terkandung dalam gerak tari dapat melatih untuk kedisiplian, dan menambah kepekaan rasa seni untuk menyeimbangkan fungsi otak kanan serta meningkatkan kepercayaan diri tampil di muka umum.

“Selain sebagai upaya untuk mengajarkan kepada para siswa untuk belajar berani tampil didepan umum guna meningkatkan kepercayaan diri. Sekaligus olah tubuh bersama atau di alam terbuka dengan suasana setu yang sejuk serta ajang silaturahmi orang tua siswa.” Ujar Indi.

Berdasarkan hal di atas, siswa pendidikan seni tari gandes pamantes yang memiliki latar belakang berbeda-beda dapat memiliki bekal yang lebih dalam serta lebih  mengerti tentang teknik yang benar dalam memperagakan ragam gerak tari yang di ajarkan dalam sanggar gandes pamantes.


Photo Credit : Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede. FILE/Dok. Photo SANGGAR TARI GANDES PAMANTES

Video Sanggar Tari Gandes Pamantes laksanakan evaluasi di danau setu gede bogor. Dengan evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat untuk belajar, berlatih serta mampu bersaing secara sehat dan positif agar siswa tari Gandes Pamantes memiliki kualitas menari yang baik.

Sanggar Gandes Pamantes Helat Mid Test di Danau Setu Gede

Hanupis!🙏

Baca Juga :  Sanggar Gandes Pamantes Pertahankan Eksistensi Tari Tradisi


Sanggar gandes pamantes bawakan tarian rondang bulan

Tari Rondang Bulan, Rupa Ceria Khas Tapanuli Selatan

Tari tradisional adalah tarian  yang buat oleh nenek moyang kita pada zaman dahulu dan dikembangkan didalam  daerahnya secara turun temurun.

Gandespamantes.org- Dalam tarian tradisional yang dibuat oleh nenek moyang kita dahulu selain sebagai suatu kesenian juga terdapat nilai atau cerita yang terkandung didalamnya, seperti halnya tarian tradisional di Rondang  barat. Dalam tarian yang dibuat masyarakat Tapanuli Selatan yang hadirkan lakon khas Sumatera Utara.

Tarian Rondang Bulan merupakan tari kreasi yang menggambarkan keceriaan gadis-gadis bersuku mandailing, Tapanuli selatan. Memamerkan persona wajah penuh senyum tawa terlihat dari ekspresi wajah-wajah para penari yang menampilkan gerakan tari ini di atas panggung.

Tarian ini dimainkan secara berkelompok. Nama Tari rondang bulan khas Tapanuli Selatan ini biasanya ditarikan dengan riang gembira di bawah pancaran sinar bulan purnama. Dan, Rondang Bulan itu sendiri dalam bahasa Tapanuli Selatan berarti terang bulan.

Dalam penyajiannya, ekspresi penari yang mencerminkan keceriaan terlihat secara implisit sepanjang gemulai tarian dibawakan diatas panggung. Para penari melakukan aksi indah dengan gerakan-gerakan lenggak lenggok sambil sesekali membentuk lingkaran. Sambil mengitari lingkaran para penari ini menjentikan jari jemari dengan sesekali bertepuk tangan.

Untuk segi kostum, penari Rondang Bulan mengenakan pakaian khas Suku Batak Mandailing dengan  Warna yang di dominasi oleh warna merah, keemasan, dan warna hitam. Berbeda dengan perempuan, laki-laki Mandailing menggunakan penutup kepala yang bentuknya khas. Dan Penutup kepala pakaian adat Sumatera Utara disebut Ampu.


Photo Credit : Sanggar gandes pamantes bawakan tarian Rondang bulan khas tapanuli selatan. FILE/Dok/Ist. SANGGAR GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


ilustrasi 6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia

6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia

Indonesia terkenal akan keanekaragaman budayanya. Keanekaragaman tersebut salah satunya tercermin dari banyaknya seni yang berkembang di tiap pelosok Indonesia, salah satunya seni tari.

Gandespamantes.org- Indonesia yang terdiri atas banyak pulau memiliki budaya yang sangat beragam, setiap daerahnya memiliki ciri khas budaya masing-masing dan selalu diwariskan dari generasi ke generasi. Bahkan kesenian tradisional Indonesia pun kerap diperkenalkan melalui pertukaran pelajar.

Wajar saja, Keelokan dan filosofi yang terkandung dalam suatu tari daerah kian memikat mata dunia. Peninggalan budaya, khususnya tarian, seringkali dipengaruhi oleh sejarah dan kejadian di sebuah daerah tertentu. Hal itulah yang membuat sebuah tarian memiliki keunikan tersendiri. Hingga puluhan bahkan ratusan penghargaan internasional telah disematkan pada sejumlah tari daerah.

Karena itu pula, banyak kesenian Indonesia yang sengaja ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan dunia. Berikut adalah enam tarian budaya Indonesia yang sering ditampilkan dan menjadi populer di mata wisatawan dunia.

Tari Saman Aceh

Tari saman merupakan sebuah tarian yang berasal dari suku Gayo, Aceh Tenggara. Pertunjukan tari ini tidah hanya popular di Indonesia, tetapi tari ini juga popular di negara Australia dan Eropa. Tarian ini tidak diiringi alat musik, tetapi diiringi suara penari dan tepuk tangan yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha.

Tarian ini terbilang sulit karena gerakan tangannya yang cepat dan rumit membutuhkan konsentrasi penuh untuk menarikan tarian saman ini. Pada tahun 2011 lalu, UNESCO menetapkan tari saman sebagai Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia.

Tari Kecak Bali

Pertunjukan tari khas Bali ini dimainkan oleh puluhan bahkan ratusan penari laki-laki. Para penari duduk melingkar lalu menyerukan “cak” sambil mengangkat kedua tangan mereka. Mereka menggunakan kain Bali dengan motif kotak-kotak seperti paan catur di pinggang.

Sama seperti saman, tarian ini pun tidak diiringi alat musik, penari hanya menggunakan kincringan yang dipakai pada kaki penari. Kecak ini menceritakan tentang Ramayana. Tarian ini pun menampilkan beberapa aksi api yang ekstrem. Tiket pertunjukan tarian ini selalu habis diborong wisatawan asing yang berkujung ke Bali.

Tari Legong

Tak ada habisnya jika mengulik khazanah seni di Bali. Tari Legong menjadi salah satu tarian Bali yang paling populer. Pada zaman dulu, hanya keluarga kerajaan yang boleh menikmati tarian ini. Namun seiring berkembangnya waktu, Keindahan Tari Legong bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

Tari ini meliputi gerakan jari dan kaki yang rumit, juga ekspresi wajah yang demonstratif, yang ditekankan dengan kostum tradisional yang indah.

Tari Reog Ponorogo

Reog biasanya dipentaskan dalam beberapa acara seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian, 2 sampai 3 tarian pembuka. Ciri khas dari tari reog ini adalah topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak.

Berat topeng ini mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh sang penari dengan menggunakan gigi. Sempat terjadi kontroversi antara Malaysia dan Indonesia karena Malaysia menyatakan bahwa tarian ini milik Malaysia.

Tari Pendet Bali

Pendet merupakan pernyataan dari sebuah persenbahan namun dalam bentuk tarian upacara. Awalnya, tarian ini merupakan tari pemjaan yang banyak diperagakan di pura. Tarian ini melambangkan penyambutan atas turunnya dewata kea lam dunia.

Tarian ini meliputi gerakan kaki dan jari yang rumit serta bermain di ekspresi wajah. Penari membawa semacam nampan kecil yang dihias janur kuning dan berisikan bunga warna-warni yang nantinya akan ditaburkan kepada para penonton. Tari pendet sempat menjadi sorotan media Indonesia karena tampil dalam program televisi yaitu Enigmatic Malaysia Discovery Channel.

Tari Piring Sumatera Barat

Tarian ini adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, Sumatera Barat. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piring yang di ayun dengan gerakan cepat tanpa terlepas dari genggaman tangan.

Tari piring membuat para wisatawan asing tak percaya dan mengira piring tersebut direkatkan di tangan menggunakan lem. Penari yang berjumlah ganjil ini diiringi oleh alat musik Talempong dan Saluang.


Photo Credit : ilustrasi 6 Tari Budaya Indonesia di Mata Dunia. FILE/Dok/Ist. Photo INSTA SANGGAR GANDES PAMANTES

Baca Juga : Bawakan Tari Leungiten, Gandes Pamantes Raih Juara Ke-3


× How can we help you?
WhatsApp chat